Tips Berkendara Hemat BBM

Written By Unknown on Selasa, 27 November 2012 | Selasa, November 27, 2012

Tips Berkendara Hemat BBM - Ini sekedar sharing bagaimana menghemat BBM di saat harga BBM mahal seperti saat ini.

Faktor kendaraan:
  1. Optimalkan Kondisi Mesin.
    Mesin harus selalu dalam kondisi optimal terutama pada sistem pembakaran, supply bahan bakar dan pengapiannya. Pembakaran yang tidak optimal menyebabkan pemborosan BBM. Syukurlah pada mobil tahun 2000 keatas hampir semua sudah menggunakan sistem pengapian elektronik sehingga lebih efisien. Namun tak ada salahnya memeriksa emisi gas buang secara berkala untuk memastikan bahwa pembakaran optimal.

     
  2. Sesuaikan ban dengan spek kenderaan.
    Penggunaan ban yang terlalu besar dan lebar akan membuat mesin bekerja lebih berat dan ujung-ujungnya lebih boros BBM. Tekanan angin yang kurang juga membuat boros BBM.

     
  3. Perhatikan Aerodinamika Kenderaan. Penambahan aksesoris eksterior seperti bagasi di atas kabin dan pemasangan spoiler tambahan yang tidak sesuai dengan Aerodinamika akan menambah hambatan angin. Akibatnya BBM akan lebih boros. 

Cara mengemudi
Faktor ini ternyata sangat berpengaruh pada konsumsi BBM. Cara mengemudi yang "keliru" bisa membuat konsumsi BBM melonjak sampai 20%.
Tips Berkendara Hemat BBM
  1. Akselerasi dan deselerasi adalah hal yang paling dominan dalam menghemat BBM. Upayakan tidak melakukan akselerasi dan deselerasi secara mendadak. Injak pedal gas dengan kalem, jangan meng-hentak-hentak. Demikian pula saat melepas pedal gas. Ada tips bagus dari Almarhum ayah saya, "Kalau injak pedal gas, bayangkan ada sebutit telur antara kaki dan pedalnya. Usahakan telur tersebut jangan sampai pecah." Ingat, kita berkendara di jalan umum bukan di sirkuit balap.
     
  2. Untuk berkendara jarak jauh, upayakan pada kecepatan jelajah secara konstan.
    Masing-masing mobil memiliki kecepatan jelajah (cruising speed) sendiri tergantung dari tenaga mesin dan ratio giginya. Pada beberapa mobil mewah tersedia indikator konsumsi BBM sehingga dengan mudah kita bisa tahu pada RPM dan kecepatan berapa konsumsinya paling irit. Ada pula mobil yang dilengkapi tombol cruising speed. Tapi sebagai patokan kecepatan jelajah itu pada RPM 2500 - 3500 pada gigi tertinggi, dengan kecepatan sekitar 90 - 110 km/jam. Tanpa tachometer, kita masih bisa merasakan kecepatan jelajah kalau kita sudah mengenal karakter mobil kita. Pada gigi tertinggi dimana suara mesin paling "sunyi" tapi masih ada tenaga ketika pedal gas diinjak lebih dalam, itulah kecepatan jelajah.

     
  3. Antisipasi kondisi lalu lintas di depan.
    Apabila ada hambatan (mis traffic light) di depan kita lebih baik kita mengurangi kecepatan secara gradual. disamping hemat BBM juga hemat sepatu rem. Ingat hukum kekekalan energi, sayang kan kalau energi mesin kita terlalu banyak dipakai unt memanaskan piringan rem, alih untuk menghasilkan daya dorong buat mobil kita. Disamping itu menjalankan mobil dari posisi diam akan lebih boros BBM daripada dari posisi berjalan pelan (roda masih menggelinding).

     
  4. Kenali jalan dan kondisi lalu lintas.
    Pada kondisi jalan di kota besar seperti Jakarta dimana sering terjadi kemacetan, mengenal jalan Alternatif sudah merupakan suatu keharusan. Di samping hemat waktu juga hemat BBM. Ingat, kondisi "stop and go" sangat menguras konsumsi BBM. Lebih baik memutar 2-3 Km lebih jauh tapi bebas macet daripada terjebak dalam antrian kendaran yang beringsut pelan. Mesin hidup dalam kondisi diam pun mengunakan BBM. Pada mobil biasa, 45 menit idle menghabiskan 1 liter BBM.

     
  5. Jangan memanaskan mesin mobil terlalu lama di pagi hari, apalagi sambil meng-hentak pedal gas sampai mobil me-raung.
    Mobil sekarang sudah modern sistem pelumasannya, demikian pula teknologi minyak pelumas. Cukup panasi mesin mobil sekedarnya asal putaram mesin sudah stabil. Untuk mobil bensin biasanya tidak sampai 5 detik putaran mesin juga sudah stabil. Setelah itu jalankan mobil dengan RPM rendah (1500-2000 RPM) pada gigi rendah selama 5 menitan. Jadi sambil jalan sambil kita panaskan mesin. Baru setelah itu mobil bisa dikendarai dengan biasa pada kecepatan normal. Lumayan cara ini bisa menghemat 2-3 liter BBM per bulan, daripada manasin mesin sambil mobil diam. Dijamin tidak merusak mesin mobil karena saya sudah praktekan cara ini selama 20 thn tanpa pernah ada masalah mesin ancur.

Demikian sekedar sharing mengenai Tips Berkendara Hemat BBM, kalau ada rekan lain yang bisa menambahkan, silahkan. Kita saling bertukar info.

sumber; indonesiaindonesia.com
photo credit: 27147 via photopin cc

0 komentar:

Posting Komentar